Sejarah Singkat

Sejarah Singkat

Yayasan Bambu Saktya Mulia

Tujuan Pembentukan

Pendirian Yayasan Bambu Saktya Mulia (YBSM) bertujuan memuliakan bambu sebagai potensi alam Indonesia melalui kegiatan membangun peradaban masyarakat yang tinggi dalam memanfaatkan dan melestarikan tanaman bambu.

Sasaran Yayasan Bambu Saktya Mulia 

  1. Penyelenggaraan Pusat Riset dan Desain untuk pengembangan industri bambu.
  2. Penyelenggaraan Rumah Budaya untuk edukasi dan peningkatan literasi bambu.
  3. Penyelenggaraan Depo Bambu untuk mendukung pelaku industri produk bambu.

Modal Yayasan Bambu Saktya Mulia

Yayasan Bambu Saktya Mulia (YBSM) didirikan dengan modal para pendiri. Sedangkan untuk mendukung pelaksanaan dan keberlanjutan program pencapaian visinya YBSM akan membentuk unit-unit usaha yang dapat meningkatkan modal dan membangun kemandirian finansial Yayasan, antara lain depo bambu, pusat riset & desain bambu, lembaga pendidikan generasi muda dan pelatihan pelaku industri.

Sejarah Singkat

Sejak tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Sleman memandang industri kerajinan bambu memliki prospek bagus yang didukung keberadaan 1,759 unit pelaku industri kerajinan bambu dengan menyerap tenaga kerja sebesar 3,497 orang dan hasilnya telah menembus pangsa pasar dunia. Dalam upaya pengembangannya telah diterbitkan Surat Keputusan Bupati Nomor 306/Kep.KDH/A/2013 tanggal 29 Agustus 2013 tentang Bambu Komoditas Unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu Kabupaten Sleman. Langkah selanjutnya sebagai upaya pengembangan dan pembudidayaan komoditas bambu telah dibentuk sentra-sentra industri dan sentra budidaya bambu dengan landasan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 76.1/Kep,KDH/A/2014 tanggal 31 Oktober 2014 tentang Sentra Bambu Sembada yang menugaskan Organisasi Perangkat Daerah terkait industri bambu melaksanakan pengembangan industri kerajinan dan pembudidayaan bambu sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Sentra industri kecil kerajinan bambu berlokasi di enam desa di wilayah Utara dan Barat Kabupaten Sleman, yaitu desa Margoagung, Sendangagung, Sendangarum, Sumberagung, Sumberarum dan Tirtoadi. Sedangkan untuk sentra budidaya bambu ditunjuk tujuh lokasi yang tersebar di beberapa desa wilayah Utara, Barat dan Timur Kabupaten Sleman, yaitu di kecamatan Cangkringan, Minggir, Moyudan, Tempel, Turi,  Pakem, dan Prambanan.

Penetapan bambu sebagai komoditas unggulan Kabupaten Sleman memiliki nilai strategis dalam menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk  berperan dalam mengelola potensi bambu sebagai hasil hutan bukan kayu yang dapat menggantikan peran kayu hutan seiring dengan makin tingginya kesadaran masyarakat dunia beralih mengkonsumsi produk-produk ramah lingkungan sehingga akan membuka peluang bagi pengembangan industri bambu Sleman. Untuk mengupayakan pencapaian hal itu ISI Yogyakarta melalui program Matching Fund Kementerian Pendidikan Tinggi tahun 2021 telah memetakan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat industri bambu untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk agar mampu merespons peluang pasar global. Dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan industri bambu memerlukan adanya ekosistem industri yang mendukung proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi. Dan seluruh tahapan proses tersebut memerlukan peran para aktor pelaku industri kreatif yang dapat berkolaborasi secara sinergis yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.

Hasil pemetaan permasalahan industri bambu Sleman yang dilaksanakan Tim Pelaksana Program Matching Fund ISI Yogyakarta dengan melibatkan stakeholders industri bambu telah teridentifikasi beberapa kendala dalam peningkatan kapasitas dan kualitas produk para pengrajin bambu yang persoalannya saling terkait dengan penyediaan bahan baku industri secara efisien dan berkelanjutan, kreasi desain baru, keterlibatan generasi muda dan peran serta masyarakat. Hingga tahun 2024 persoalan tersebut belum menemukan solusinya karena tidak adanya pihak yang berperan sebagai Creative Hub untuk menghubungkan dan mengkolaborasikan berbagai elemen dalam ekosistem industri kreatif produk berbasis bambu.

Jika Anda memerlukan bantuan, silakan hubungi kami.

Tag Populer